OkiJawa (antara budaya jepang dengan indonesia)

Pernah denger sebelumnya tentang oki-jawa?

Nama yang unik untuk tarian yang unik. Tarian ini pada dasarnya adalah tarian okinawa yang hanya saja dimodifikasi dengan tarian Yogjakarta.   Jadi  posisi kaki merupakan tari Okinawa, sementara tubuh dan tangan tarian Yogyakarta . Bukan cuma itu, aksesoris yang digunakan juga perpaduan antara jepang dan jogja. Seperti selendang yang di kenakan dan hiasan kepala okinawa. 

Pertama kali mendengar namanya pun saya tercengang, waw.. Ternyata tarian indonesia sama jepang bisa di jadi satu begini ya?

Menurut sang pencipta Garret Kam, koreografer asal hawai ini bilang  “Banyak persamaan tari Okinawa dengan tari Jawa, terutama Yogyakarta, dari gerakannya,” kata Garrett Kam menjelaskan. Persamaan itu adalah dalam gerak ukel (gerakan tangan) yang didorong ke depan, sementara pada tari Solo dan Cirebon, misalnya, gerakannya didorong ke belakang, dan tari Bali bergerak terus.

Tapi, walau tiga tari ciptaannya yaitu Hi, Sight!, Eisaa-ruu dan Fan-Tasy banyak unsur tari Yogyakarta, dia menyebutnya tari Jawa karena kostumnnya (kainnya) menggunakan kain dari Gresik, Jawa Timur.

Tari Hi, Sight! adalah tarian yang lembut mengombinasikan gerakan tari perempuan dari Okinawa dan Jawa. Selendang tari Jawa digunakan serupa dengan pemanfaatan hiasan kepala Okinawa. Judul tari ini berbunyi seperti ucapan salam Okinawa, haisai, yang artinya halo.

Sementara Eisaa-ruu merupakan tarian yang lincah mencampurkan gerakan eisaa dan monyet Jawa. Garrett  mengepalkan tangan dan menggunakan lonceng pada pergelangan kaki, sehingga pada gerakan tertentu lonceng itu berbunyi. Judul tari ini, kata Garrett, menggunakan permainan kata, di mana saaru berarti monyet.

Karya ketiga ciptaan Garrett adalah Fan-Tasy yang mencampurkan gerakan anggun tari laki-laki dari Okinawa dan Jawa. Garrett menggunakan dua kipas selayaknya selendang dalam tari Jawa. Untuk membandingkan koreografi yang merupakan paduan dari tari Okinawa dan Jawa, Garrett menampilkan tari Okinawa yang utuh dan tari Jawa seperti Tari Golek Ayun-ayun, Beksan Wanara dan Beksan Alus

Sebenarnya pak Garret kam ini sudah terinpirasi untuk membuat dan memadukan tarian okinawa dengan yogjakarta ini sejak tahun 1982, tapi baru terlaksana pada tahun 2007. ”Setelah 25 tahun baru bisa jadi tarian itu dan saya mau buat dua tarian lagi,” katanya.  Pakar tari Asia Tenggara itu terinspirasi sejarah hubungan masa lalu kerajaan Majapahit (Jawa) & kerajaan Ruu-chuu (Okinawa). *nama kerajaannya sama dengan nama panggilan saya ya.. hihii :p*

Tarian oki-jawa ini pernah di tampilkan di Jakarta, dan hanya satu kali, di aula Japan Fondation pada tanggal 22 agustus 2009 lalu.


sumber info dan gambar: http://web.bisnis.com/senggang/seni-budaya/1id134033 dan http://portal.antara.co.id/foto/1/1250838025

About these ads

4 thoughts on “OkiJawa (antara budaya jepang dengan indonesia)

  1. @ dareka
    iya, si empu yang punya tarian ini belajar dulu kesana kemari untuk menciptakan tarian yang mendobrak inspirasi ini… wah jadi penasaran kayak apa sih ini tarian sampe makan waktu berpuluh-puluh tahun buat nyiptainnya.. sugee~

    @filuu
    mau coba bikin gagasan baru lagi? hihii. :D apa gituu, mungkin bon odori di gabung pake orkes dangdut.. hihi. bisa bisa bisa.. haha

    @della
    kapan del? udah nge-pack2 belom? udah siap nih gue.. hihii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s